YOGYAKARTA, JOGPAPER.NET — Grebeg Syawal merupakan tradisi mengarak Gunungan dari Kraton Yogyakarta, Masjid Kauman dan Dalem Mangkubumen yang menjadi Kampus Universitas Widya Mataram (UWM). Gunungan di Dalem Mangkubumen dibagikan kepada abdi dalem dan warga sekitar dalam bentuk udeg-udeg.
Udeg-udeg merupakan pembagian hasil bumi dan makanan yang ada pada Gunungan. Pembagian udeg-udeg ini bagian dari tradisi Kraton Yogyakarta Hadiningrat yang menunjukkan rasa terima kasih kepada masyarakat.
Pembagian udeg-udeg dipimpin GKR Dr (HC) Mangkubumi, putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X. GKR Mangkubumi mengatakan tradisi Grebeg Syawal merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap masyarakat. Selain itu, juga sebagai ajang silaturahmi Kraton Yogyakarta dan masyarakat, serta berbagi berkah di Hari Raya Idul Fitri.
“Gunungan yang dibawa ke Dalem ini bukan hanya sekadar simbol. Tetapi juga merupakan bentuk kebersamaan dan rasa syukur kami kepada Tuhan. Momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar warga Kraton, abdi dalem, dan masyarakat Yogyakarta, serta menjaga kelestarian tradisi yang telah diwariskan turun-temurun,” kata GKR Mangkubumi, Senin (31/3/2025).

Grebeg Syawal dimulai dengan prosesi pengambilan Gunungan dari Kraton Yogyakarta. Kemudian dibawa prajurit Kraton Yogyakarta dengan penuh hikmat menuju Masjid Kauman, sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan umat muslim. Selanjutnya Gunungan dibawa ke Dalem Mangkubumen. Gunungan ini merupakan simbolisasi dari hasil bumi dan berkah yang diterima selama bulan Ramadan, yang menjadi bagian penting dalam upacara tradisi Grebeg Syawal. (*)